Kategori
Google Ads Adwords faktor seo

5 Kesalahan Iklan Adwords yang Harus Dihindari

Terlalu banyak bisnis yang justru merusak iklan mereka sendiri dengan membuat konsep yang berbeda – beda di setiap saluran pemasaran.

Merancang kampanye Google AdWords yang sukses bukan hanya seputar kepiawaian menentukan kata kunci. Jangan sampe ada kesalahan iklan adwords yang membuat rugi.

Tetapi, bagaimana Anda bisa menghindari kesalahan – kesalahan yang dapat merugikan bisnis Anda dalam jangka panjang.

Berikut ini adalah 4 kesalahan umum yang masih sering dilakukan para pemasar. Bahkan, mungkin juga masih kerap Anda lakukan?

1. Membidik audiens yang terlalu luas

Kampanye iklan terkadang tidak membidik audiens yang tepat. Sehingga jangankan membeli, mereka bukanlah calon pelanggan potensial bisnis Anda.

Kampanye ini biasanya memiliki rasio konversi tinggi dengan biaya rendah. Namun, ada cara yang lebih baik.

Yaitu, targetkan hanya audiens yang mengunjungi sejumlah halaman tertentu, menghabiskan waktu tertentu saat menjelajahi situs, dan mau mengunjungi halaman yang menunjukkan minat mereka untuk membeli suatu produk.

2. Menggunakan iklan yang terlalu umum (generik) untuk semua kata kunci

Pesan iklan generik ini biasanya tidak memiliki karakter unik dan tidak “eye-catching”. Cobalah bereksperimen dengan fitur produk dan memberikan “call-to-action”.

Buat iklan dengan spesifik agar lebih menonjol dalam persaingan pasar. Cara terbaik adalah menyusun grup kampanye berdasarkan tema yang menawarkan solusi bagi kebutuhan pelanggan.

3. Membuat akun Adwords baru dengan alamat email agensi periklanan

Kesalahan umum yang masih sering dilakukan oleh perusahaan adalah membuka akun AdWords baru dengan alamat email agensi.

Jika perusahaan atau bisnis Anda sengaja menyewa jasa agensi periklanan, Anda berisiko kehilangan akses dan seluruh riwayat akun Google AdWords.

Memang benar, tidak semua agensi periklanan seperti itu. Tapi, bagaimana pun juga data analisa Google AdWords bisnis Anda sangat penting dan akan dibutuhkan kini hingga masa mendatang.

Gunakan saja akun email perusahaan yang sudah ada atau buka akun baru dengan alamat email yang keamanannya dapat dipertanggung jawabkan.

4. Meremehkan kekuatan tekanan “pertemanan”

Seringkali membuat sebuah iklan yang efektif juga perlu memperhatikan beberapa faktor. Antara lain pemilihan kata – kata, tema, serta prinsip – prinsip perilaku dasar manusia.

Tentang perilaku konsumen ini sudah diteliti oleh Profesor Sosiologi dari Colorado State University, Jeni Cross. Dalam penelitian tersebut disimpulkan bahwa ada kaitan antara bagaimana seseorang bisa mengubah perilaku dengan mendengarkan para pembicara seminar yang diunggah di situs TED Talk.

Sebagai contoh kasus, Jeni menggambarkan bahwa para pengunjung hotel lebih senang menggunakan kembali handuk mereka jika mereka berpikir tamu lain yang tinggal di kamar tersebut juga menggunakan lagi handuk mereka.

Pemikiran yang muncul dari benak mereka sendiri itu jauh lebih efektif, dibandingkan Jeni harus mengatakan kepada para tamu bahwa mereka harus memakai handuk itu untuk turut melindungi lingkungan.

Sama seperti iklan, ubah landing page Anda dengan mengganti kata “mendaftarlah” dengan “bergabunglah”, atau tulis kalimat “63% pengunjung situs web ini juga sudah mengunduh e-book ini”.

5. Kegagalan dalam menyelaraskan merek, landing page dan media sosial

Terlalu banyak bisnis yang justru merusak iklan mereka sendiri dengan membuat konsep yang berbeda – beda di setiap saluran pemasaran.

Padahal, halaman media sosial, landing page dan situs Anda merupakan satu bagian yang solid. Font dan warna harus dibuat sama di seluruh saluran.

Kata – kata, tagline, brand terkadang bisa berbeda, tapi tema dan gayanya harus tetap sama. Konsistensi ini akan membuat brand Anda bisa lebih melekat dan dipercaya audiens.

Nah, awali langkah Anda beriklan di Google Adwords dengan menghindari kesalahan umum di atas ya. Good luck..